Photobucket

Jumat, 19 November 2010

Cara Jitu Melupakan Seseorang Yang Patut Dilupakan

(Pastinya ini bukan pengalaman pribadi), 
Saya ingin berbagi ilmu-ilmu yang saya dapat kepada teman-teman semua, sekalian amal gitu. hehe

Baiklah cara jitu melupakan seseorang yang patut dilupakan, antara lain
1. Buang semua fotonya (Kalau kalian punya foto org tersebut)
2. Kalau gak ada fotonya, robek semua kertas yang ada nama orang tersebut dan robek semua yang bersangkutan dengan orang tersebut.
3. Hapus dia dari pertemanan FB atau TWITTER (ini cara yang lumayan kejam, tapi ampuh banget)
4. Hapus nomor dia, kalau enggak ganti nama dia dengan nama yang jelek banget, misalnya es batu, dll.
5. Jangan pernah mikirin dia lagi, nyebut namanya apalagi. Haram hukumnya!!
6. Kalau ketemu dia, tutup mata aja atau enggak buang muka.
7. Cari orang yang lebih tepat untuk disukai (HARUS)
8. Cari kesibukan 
9. Makan (tapi jangan sampai over y..)

Kayaknya segitu aja dulu, ntar kapan-kapan disambung lagi. hehe

Sunny

Sunny..
Namamu memang seindah dirimu
Yang cerah dan penuh kehangatan
Senyuman indah slalu terlukis di wajahmu yang lugu
Semangat slalu terpancar jelas dari matamu

Sunny..
Bolehkah aku menjadi matahari yang slalu ada di setiap pagimu?
Bolehkah aku menjadi pelangi yang menghiasi dinding-dinding hatimu?
Bolehkah aku menjadi hujan yang setia temani kesendirianmu?

Selasa, 16 November 2010

Antara Aku dan Busway

Batam, 15 November 2010
di Busway jurusan Sekupang-Batam Center

Terkadang saat kita sedang patah hati, kita merasakan alam sekitar ikut merasakan apa yang kita rasA. Itu juga yang aku alami hari ini. 

Aku dilanda patah hati akut (kayaknya). Gimana gak akut, sampai-sampai aku gak ngerasain panasnya terik matahari siang ini. Dan Busway pun berbaik hati padaku. Sungguh suatu peristiwa yang langka, busway benar-benar sepi seolah-olah mengerti kalau aku ingin sendirian.

Ku rebahkan diriku. Semua perasaan campur aduk jadi satu. Cinta, sakit, marah, capek, dan lain sebagainya.
Tak lama kemudian, suara Wilson (Indonesian Idol) mengiringi perjalanan panjang ini..

Dimana..
Akan kucari pengganti dirimu..
Entah dimana..oh dimana..oh dimana..
Dimana lagi harus kucari...

Semakin remuk hati ini jadinya. Terbayang semua yang telah terjadi padaku. Perasaan ini sungguh tak tertahankan. Perasaan yang semakin hari membuatku semakin ingin menitikkan air mata. Perasaan yang telah membuat aku menjadi lola (loading lama), menurut teman-temanku. Terngiang-ngiang semua nasehat dari Kak Rudi, Kak Ilham, dan Rani (My BFF). Nasehat yang menguatkan aku dan membuat aku sadar telah banyak waktuku yang telah tersita oleh makhluk yang takkan pernah mengerti itu. Si Bintang yang tak terjamah itu..

Perjalananku berakhir. Aku melangkah keluar dari Busway dengan meninggalkan semua dukaku di sana. Aku keluar dengan perasaan yang lega, bebas yang tak terhingga. Terima kasih Busway atas pengertianmu. Dan tak lupa terima kasih pada Pak supir yang telah mengantarkanku ke tujuan dengan selamat. Terima kasih...

Asyiknya dipenjara..

Ternyata, dipenjara itu mengasyikkan lo. Buktinya Pak G**** (you know who) semakin makmur saja. Tidak terlihat tanda-tanda seperti napi selayaknya, berbadan kurus, mata cekung, pipi sembab, dan lain sebagainya.

"Di penjara" bukan lagi berarti kita terkungkung di dalam ruang sempit yang jauuh dari kata nyaman dan fasilitas yang serba seadanya (kalau tak mau dibilang tidak layak). 
"Penjara" tidak lagi menjadi momok yang menakutkan. Dengan bermodalkan uang, semua gambaran buruk mengenai penjara itu sirna seketika menjelma menjadi sebuah Hotel bintang 1,2,3 (bisa dihitung sendiri) dengan segala fasilitasnya yang 'wah'.

Tidak usah jauh-jauh, beberapa hari yang lalu dapat kita saksikan di televisi, koran, majalah, dan media-media lainnya, berita mengenai seorang pejabat yang seharusnya mendekam tragis di penjara bisa dengan bebas menyaksikan pertandingan tenis di Bali. Mereka-mereka itulah yang membuat penjara bak Hotel yang bisa kapan saja check-in dan check-out.

Maka, siapa yang patut disalahkan? Tentunya bukan Saya, kan saya cuma menulis. Hehe

Jumat, 12 November 2010

Tetaplah begitu

Tetaplah menjadi pelangi yang menghiasi gerimis di hatiku..
Tetaplah menjadi bintang yang tak terjamah olehku..
Tetaplah hitam walau putih lebih menyenangkan..
Karena aku tak ingin kau berubah..

Aku dan Pencarianku

Aku terlalu jauh mendefinisikannya
hingga aku sulit tuk menemukan arti sebenarnya
Tak satupun yang dapat membantu..
hingga batin ini hanya dapat berteriak dalam diam
Tak satupun yang dapat memahaminya..
hingga aku tersesat dalam pencarian ini,
sendirian..

Oh Tuhan,
Mengapa mencinta itu harus sesulit ini?
Mengapa mencinta itu sama dengan mengendapkan semua ...
Mengapa mencinta itu menjadikan Aku bukan Aku?
Setauku itu bukan definisi cinta??