Photobucket

Selasa, 16 November 2010

Asyiknya dipenjara..

Ternyata, dipenjara itu mengasyikkan lo. Buktinya Pak G**** (you know who) semakin makmur saja. Tidak terlihat tanda-tanda seperti napi selayaknya, berbadan kurus, mata cekung, pipi sembab, dan lain sebagainya.

"Di penjara" bukan lagi berarti kita terkungkung di dalam ruang sempit yang jauuh dari kata nyaman dan fasilitas yang serba seadanya (kalau tak mau dibilang tidak layak). 
"Penjara" tidak lagi menjadi momok yang menakutkan. Dengan bermodalkan uang, semua gambaran buruk mengenai penjara itu sirna seketika menjelma menjadi sebuah Hotel bintang 1,2,3 (bisa dihitung sendiri) dengan segala fasilitasnya yang 'wah'.

Tidak usah jauh-jauh, beberapa hari yang lalu dapat kita saksikan di televisi, koran, majalah, dan media-media lainnya, berita mengenai seorang pejabat yang seharusnya mendekam tragis di penjara bisa dengan bebas menyaksikan pertandingan tenis di Bali. Mereka-mereka itulah yang membuat penjara bak Hotel yang bisa kapan saja check-in dan check-out.

Maka, siapa yang patut disalahkan? Tentunya bukan Saya, kan saya cuma menulis. Hehe

Tidak ada komentar:

Posting Komentar